Minggu, 03 Januari 2016

Hari Ibu


22 Desember 2015

Hari dimana seluruh ibu di dunia merayakan hari mereka. Ibu , aku memanggil sosok sempurna itu dengan sebutan mama.

Aku bukan tipe orang yang ekspresif bisa mengungkapkan rasa sayang ku pada keluarga, hari ibu pun demikian. Seharian aku diam tidak mengucapkan kalimat ajaib yang mungkin bisa membuat mama ku menangis saat mendengarnya.

"Mah, selamat hari ibu" andai aku bisa secara gamblang mengungkapkannya.
 Sayangnya aku tidak bisa. Dengan berbagai upaya aku menghindari acara televisi yang membahas mengenai kasih ibu dan anak karena aku au aku pasti akan menangis jika melihatnya dan aku .. gengsi. Ya. Aku gengsi jika harus menangis di depan mamaku.

Berusaha sekuat tenaga menghindar hingga akhirnya aku beranjak ke kamardan membaca buku, entahlah hal apa yg merasuki ku hingga tiba - tiba aku membayangkan masa depan.

Bagaimana saat nanti setelah waktu menuntunku ke kodrati ku sebagai wanita seutuhnya hidup dengan lelaki pengganti ayah yang aku cintai namun mama sudah tidak ada ? Bagaimana jika dalam proses menuju kodrati itu aku tidak mampu membuatnya bahagia ?

Bagimana dan beribu bagaimana melontar dan meledak di kepalaku. Hingga akhirnya aku sadar..
Aku seorang pemimpi masa depan, pelamun yang handal, serta pengimajinasi yang liar, namun terlalu fokus pada masa depan hingga aku lupa, bahwa hal terpenting yang harus aku jalani adalah hari ini.

Aku tidak ingin menjadi calon wanita yang menyesal. Aku menghampiri mama dan berkata dengan susah payah , "Mah.. selamat hari ibu, maaf telat.. Sehat terus ya, aku tak sukses dulu", dan menangis sejadi - jadinya.

Percayalah , orang yang kaku pun lebih perasa dari yang kalian bayangkan.


0 komentar:

Posting Komentar

Blogger templates

Hello :)

Abnormal girl names Pepy Rizma , tinggal di Pare punya banyak mimpi . masih baru dalam dunia per-Blogan Indonesia.
Twitter : @pepyrizmA
Facebook : Rizma Nia
Diberdayakan oleh Blogger.

Intip Yang Lain Yuk

Blogroll